Maarten Paes baru saja menjalani debutnya bersama Ajax di Eredivisie 2025/2026. Kiper Timnas Indonesia ini didatangkan untuk memperkuat lini penjaga gawang tim ibu kota Belanda, dan langsung mendapat kesempatan tampil setelah Vitezslav Jaros mengalami cedera parah.

Debut Paes terjadi saat Ajax bermain imbang 1-1 melawan NEC Nijmegen di Johan Cruyff ArenA, Sabtu (21/2/2026). Ia dipilih menjadi starter karena dua kiper muda lain, Joeri Heerkens dan Paul Reverson, masih minim pengalaman. Penampilan Paes cukup memukau meski tim hanya mampu meraih hasil imbang.
Meski saat ini memegang posisi utama, masa depan Paes tetap belum pasti. Ajax disebut masih ingin mendatangkan kiper baru pada musim panas 2026, yang berarti posisi Paes bisa kembali goyah meski telah menampilkan performa solid di laga-laga awal.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Peran Paes Sebagai Kiper Pelapis Sementara
Media Belanda, Algemeen Dagblad, melaporkan bahwa Ajax masih berencana melakukan pergerakan transfer kiper pada jendela musim panas. Direktur Olahraga Ajax, Jordi Cruyff, dikabarkan ingin mendatangkan kiper nomor satu baru untuk musim depan.
Sementara itu, ada kemungkinan Ajax meminjamkan Joeri Heerkens atau Paul Reverson untuk mendapatkan jam terbang lebih. Langkah ini dilakukan karena Maarten Paes saat ini baru dianggap sebagai pengganti sementara Vitezslav Jaros, yang masa peminjamannya dari Liverpool telah selesai dan ia tidak akan kembali ke Ajax.
Rencana ini menunjukkan bahwa posisi Paes tidak sepenuhnya aman. Meskipun menjadi starter saat ini, kedatangan kiper baru bisa menggeser posisinya di musim depan. Strategi ini mencerminkan pendekatan Ajax yang ingin tetap kompetitif di level domestik dan Eropa.
Baca Juga: Rumor Transfer Arsenal: Ivan Fresneda Dibidik, Masa Depan Ben White Jadi Sorotan
Penampilan Paes di Laga Debut

Di pertandingan melawan NEC, Paes menunjukkan kualitasnya dengan melakukan tujuh penyelamatan, termasuk empat diving save dan satu saves in the box, serta mencatatkan 12 recoveries. Penampilannya mendapat rating 7,6 menurut Fotmob, menandakan impresi yang cukup baik meski tim harus puas dengan hasil imbang 1-1.
Gol Mika Godts membawa Ajax unggul lebih dulu pada menit ke-39, namun gawang Paes kebobolan oleh Darko Nejasmic pada menit ke-57. Hasil imbang ini membuat Ajax tergeser ke peringkat keempat klasemen dengan 43 poin.
Meski tampil solid, Paes masih berada dalam posisi sementara. Ajax belum menegaskan apakah ia akan menjadi kiper utama permanen atau hanya mengisi sementara sampai kiper baru tiba pada musim panas.
Tantangan Paes Menjelang Musim Depan
Algemeen Dagblad menegaskan bahwa Ajax berkomitmen untuk mendatangkan kiper nomor satu baru pada musim panas. Pemain yang dipertimbangkan masih belum diketahui, tetapi langkah ini menunjukkan bahwa manajemen ingin memastikan lini belakang tetap kuat.
Bagi Paes, ini menjadi tantangan besar. Ia harus membuktikan performanya secara konsisten untuk memperebutkan posisi utama, sementara persaingan dengan kiper baru yang akan datang dipastikan ketat. Situasi ini sekaligus menjadi peluang bagi Paes untuk menunjukkan kualitasnya di level Eredivisie, sekaligus menegaskan kapasitasnya sebagai pemain internasional Indonesia yang bisa bersaing di Eropa.
Ajax tampaknya ingin memastikan kiper yang menduduki posisi utama benar-benar berkelas dan siap menghadapi tekanan di kompetisi domestik maupun Eropa. Selalu ikuti informasi terupdate dan terpercaya yang telah kami rangkum seputar sepak bola menarik lainnya hanya di footballify.net.
