Vinicius Junior, penyerang andalan Real Madrid, menunjukkan penurunan performa sejak hampir 500 hari lalu, tepat setelah gagal meraih Ballon d’Or 2024. Pemain Brasil ini finis di posisi kedua di belakang Rodri dari Manchester City, padahal sebelumnya ia tampil luar biasa di musim sebelumnya.

Pada musim 2023-2024, Vinicius menjadi kunci keberhasilan Madrid menjuarai La Liga dan Liga Champions. Ia mencetak 24 gol dan 9 assist di semua kompetisi, menegaskan kualitasnya sebagai salah satu winger terbaik di dunia. Namun, kekecewaan Ballon d’Or tampaknya memengaruhi motivasi dan performanya secara signifikan.
Sejak saat itu, penampilan Vinicius menurun drastis. Para penggemar dan pengamat mulai menyoroti perubahan drastis dalam statistiknya, menimbulkan kekhawatiran bagi Real Madrid mengenai konsistensi sang pemain.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Penurunan Produktivitas Gol dan Dribel
Masalah paling terlihat dari produktivitas gol Vinicius. Dulu ia mampu mencetak satu gol setiap dua pertandingan, kini hanya satu gol setiap empat laga. Penurunan ini jelas mengurangi efektivitas serangan Real Madrid, terutama di momen-momen krusial.
Dribel, senjata utama Vinicius, juga mengalami penurunan. Pemain 25 tahun itu mencoba sekitar 25% lebih sedikit dribel dibandingkan musim terbaiknya. Meski tingkat keberhasilan dribelnya tetap 50%, jumlah yang lebih sedikit membuatnya kurang menentukan di lapangan.
Crossing juga terdampak. Jumlah percobaan umpan silang menurun sekitar 20%, namun assist tetap stabil, dengan rata-rata satu assist setiap tiga pertandingan. Penurunan ini menunjukkan bahwa pengaruh Vinicius dalam menciptakan peluang semakin berkurang.
Baca Juga: Barcelona Siap Raih Bonus Besar Jika Lolos Langsung Babak 16 Besar
Dampak Penurunan Performa pada Madrid

Penurunan performa Vinicius berdampak langsung pada poin Real Madrid. Sebelum malam Ballon d’Or, gol-gol Vinicius menyumbang sekitar 20 poin bagi timnya. Kini, kontribusinya hanya delapan poin, menandakan penurunan signifikan dalam efektivitasnya di lapangan.
Konsekuensinya, Madrid kehilangan kekuatan serangan dari sisi sayap yang sebelumnya menjadi salah satu keunggulan mereka. Hal ini membuat tim harus mencari cara untuk menutupi ketajaman yang hilang dari Vinicius.
Rumor terkait kepindahan ke Arab Saudi sempat beredar, tetapi hingga kini pemain Brasil itu tetap berada di Santiago Bernabeu. Klub dan pelatih harus bekerja keras untuk mengembalikan performa terbaiknya agar tetap menjadi pemain kunci.
Pekerjaan Rumah bagi Real Madrid
Penurunan performa selama hampir 500 hari menjadi tantangan tersendiri bagi Madrid. Tim harus menemukan cara untuk mengembalikan ketajaman Vinicius sebelum kompetisi semakin menuntut hasil positif di La Liga dan Liga Champions.
Selain fisik, aspek mental juga menjadi fokus utama. Kekecewaan Ballon d’Or bisa menjadi beban psikologis, sehingga pendekatan motivasi dan konseling mental mungkin diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan diri Vinicius.
Madrid menghadapi dilema: apakah menunggu Vinicius bangkit dengan sendirinya, atau melakukan perubahan strategi sementara untuk menjaga performa tim tetap optimal. Masa depan performa winger Brasil ini akan menentukan banyak hal bagi ambisi klub di level domestik dan Eropa.
